Fakultas Teknologi Elektro & Industri Cerdas

Visi Misi
Tujuan Strategi

Visi & Misi

"Menjadi fakultas yang unggul, bertaraf internasional dan berperan aktif dalam pengembangan rumpun ilmu elektro dan rekayasa industri berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan fokus pada aplikasi di bidang industri, maritim, transportasi, dan logistik untuk mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan"

1

Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan berstandar internasional di bidang Teknologi Elektro dan Industri Cerdas berbasis pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi

2

Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan aplikasi teknologi melalui riset dan publikasi yang direkognisi secara global

3

Memberikan manfaat dari teknologi yang dihasilkan di bidang elektro dan industri cerdas untuk pembangunan Indonesia yang berkelanjutan, khususnya pada sektor kemaritiman, transportasi, dan logistik

TUJUAN

STRATEGI

1

Membangun reputasi sebagai penyelenggara pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya sain​g

Kualitas tata kelola sebuah fakultas diukur menggunakan kegiatan sertifikasi dan akreditasi sebagai bukti ketercapaian standar tertentu misalnya: sertifikasi ISO untuk pendidikan, akreditasi program studi, akreditasi institusi, dan akreditasi internasional. Kontrol kualitas tata kelola dari internal dapat diukur dari tingkat kepuasan pegawai dan mahasiswa.

Sebagai institusi yang baru berdiri, value dari brand TELKOM yang sudah ada perlu diimplementasikan dan dikembangkan. Fakultas Teknik Elektro dan Industri Cerdas (FTEIC) perlu menerapkan budaya yang menjadi semangat dalam berkegiatan, seperti 3S (Solid, Speed, Smart) dan juga 4R (olah Ruh, olah Rasa, olah Rasio, dan olah Raga). Selain itu, pengembangan ITEC (Integration Telkom Education Centre) dimana lokasi kampus yang berada di Kawasan Telkom Ketintang dapat memberikan pengalaman mahasiswa untuk merasakan tridharma perguruan tinggi yang dapat diterapkan di Industri Telkom.  

2

Menghasilkan lulusan yang memiliki integritas, kompeten di bidangnya, serta mampu bersinergi dengan pihak lain.

Menerapkan pengembangan hardskill dan softskill yang berimbang bagi mahasiswa. Mahasiswa diajarkan keilmuan dibidang nya (hardskill) dan juga diminta untuk mengembangkan kemampuan intrapersonal (softskill) melalui organisasi kemahasiswaan yang bersifat himpunan maupun unit kegiatan.

Memperkaya keahlian dosen dengan mengikutsertakan dosen kedalam training dan sertifikasi di bidang minat dan keahlian dari dosen terkait. Selain itu, mendorong percepatan jabatan fungsional dosen agar dapat membuka kesempatan bagi dosen pada hibah kompetisi yang lebih luas di level nasional.

Memberikan sertifikasi keahlian bagi calon lulusan di bidang sesuai dengan program studi yang diambil oleh mahasiswa tersebut, baik skala nasional (BNSP) atau skala internasional dengan mempertimbangkan trend kebutuhan pasar tenaga kerja.

Memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melakukan kerja praktik dan magang di Telkom Group di berbagai divisi regional yang ada di Indonesia guna mengetahui proses bisnis Industri Telekomunikasi yang berkaitan dengan keilmuan yang telah dipelajari mahasiswa selama berkuliah. Selain itu, dengan masih dalam keluarga besar Telkom, dapat memberikan masukan di kurikulum, learning outcomes, atau materi dari perspektif industri sehingga diharapkan lulusan dapat lebih siap kerja.

3

Menghasilkan karya penelitian dan produk inovasi yang memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia

Aktifasi kelompok keahlian (KK) guna menjadi wadah pengembangan keilmuan tertentu. Berangkat dari keilmuan yang dilokalisasi kedalam KK diharapkan dapat memunculkan aktifitas penelitian dan pengabdian masyarakat yang bisa dihilirisasi menjadi produk tepat guna. Selain itu, penguatan laboratorium yang tidak hanya sebagai sarana praktikum melainkan juga diarahkan ke laboratorium riset guna menginisiasi inovasi di bidang elektronika, telekomunikasi, serta industri cerdas.

Karya penelitian yang baik seyogyanya dapat memberi kebermanfaatan. Guna mewujudkan hal tersebut perlu dijalin hubungan yang baik antara industri, pemerintah, dan elemen masyarakat. Salah satu contohnya dengan Telkom Group yang dituntut untuk menjadi problem solver di bidang ICT, akan membuka banyak kesempatan hilirisasi dari penelitian yang dilakukan oleh civitas akademika ITTelkom Surabaya. Selain itu, Kerjasama yang baik dengan pemerintah serta elemen masyarakat dapat mendekatkan dunia akademik dengan problem yang ada di masyarakat, sehingga luaran kegiatan pengabdian masyarakat dapat dihilirisasi ke produk tepat guna.